Rabu, 30 Agustus 2017

Melestarikan Konsep Ekonomi Bung Hatta melalui Software KasirToko Portable



    Menjadi seorang guru merupakan sesuatu kebanggan bagi saya. Di mulai dari kesukaan saya dalam berdiskusi dan sharing. Saya mulai menikmati profesi ini sejak tiga tahun lalu. Hari ini saya diberikan kesempatan untuk bergabung, bersama tim yang memiliki sebuah mimpi yang mulia. Sekolah Cendekia BAZNAS menjadi labuhan saya berikutnya, untuk terus belajar menjadi guru. Sekolah yang berada di Kampung Cirangkong yang letaknya jauh dari perkotaan. Kondisi alam di sini sangat mendukung dengan konsep boarding school di sekolah kami.

            Ustadz kamal ibrahim, itulah panggilan saya di sekolah yang merupakan program unggulan dari BAZNAS Pusat. Semua guru laki-laki disini dipanggil ustadz dan guru perempuan dipanggil ustadzah. Saya mengampu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dalam tulisan ini saya akan menjabarkan kegiatan belajar mengajar di kelas IX. Pelajaran kali ini akan membahas materi wirausaha, di awal saya memberikan pertanyaan kepada santri, apakah ada yang ingin menjadi wirausaha ??. Sontak para santri langsung mengacungkan tangannya. Ada yang ingin menjadi pengusaha makanan, baju hingga pembuat permainan.
            Pelajaran kali ini, saya mengajarkan bagaimana mengolah transaksi di koperasi sekolah. Karena koperasi sekolah menjadi laboratorium bagi santri dalam meningkatkan jiwa wirausaha. Kami menggunakan software KasirToko Portable berbasis android. Software ini dapat mengakomodir daftar barang, daftar pelanggan, pembelian hingga penjualan. Software yang dapat diakses melalui laptop ini pun bisa menyajikan laporan harian, mingguan hingga bulanan. Dengan menggunakan Hotspot dari handphone yang telah di install aplikasi KasirToko Portable, aplikasi ini bisa diakses melalui laptop dan memudahkan dalam proses pencatatan.

       Selama ini koperasi kami menggunakan pencatatan manual. Saya mulai menjelaskan bagaimana mengoperasikan software ini. Pelajaran kali ini saya menggunakan metode learning by doing. Tujuannya agar para santri semakin mudah dalam menggunakan software ini. Setelah saya menjelaskan, saya meminta masing-masing santri untuk mencoba software KasirToko Portable. Setelah semua mencobanya, kami langsung mempraktikannya dalam transaksi real di koperasi yang memiliki nama Cendekia Mart.
            Konsep koperasi kami terinspirasi dari ide bung hatta tentang ekonomi nasional. Konsep sharing economic di sekolah kami, menjadi langkah awal kami untuk mengembalikan kekuatan ekonomi di tangan rakyat. Seluruh kebutuhan santri di sekolah kami, disediakan oleh koperasi. Mulai dari jajajan hingga kebutuhan mandi, hasil penjualan nantinya akan diberikan kepada anggota koperasi. Sendi-sendi perekonomian mulai dibangun antar kami, koperasi menjadi sentral dalam mengakomodir urusan-urusan ekonomi.
           Kebijakan asrama pun diselaraskan agar santri membelanjakan uangnya di koperasi. Ketika semua komponen sudah bersatu, maka mampu mandiri. Seperti ungkapan Bung Karno dalam pidato Trisakti pada tahun 1963, yang salah satunya adalah berdikari secara politik. Hal inilah yang coba kita bangun di muali dari lingkungan sekolah. Tak ayal, para santri juga termotivasi untuk membuat suatu produk yang dibutuhkan oleh santri lainnya. Mulai dari yogurt hingga kerajinan tangan dari clay.
            Dengan metode learning by doing, para santri mengungkapkan bahwa mereka lebih paham. Aldis, salah satu santri kami yang berasal dari sukabumi. Mengungkapkan bahwa, “ Dengan belajar seperti ini saya jadi lebih paham tad, apalagi bantuan software ini. Saya gak cape lagi nulis penjualan dan lebih aman kayanya. Jadinya yang jaga gak bisa boong. Aldis juga aktif di sebuah komunitas entrepreuner di sekolah kami. Walau pun kami Boarding Scholl jangan sampai santri-santri kami ketinggalan teknologi. Itulah caritas singkat saya terkait pembelajaran materi wirausaha. Saya pun merasakan hal yang sama dengan para santri, mereka lebih antusias dalam mengikuti pelajaran dan mereka lebih paham.


Senin, 09 November 2015

Auditor Syariah Penjaga Kemashlahatan

Kebutuhan mengenai jumlah Auditor syariah sekarang ini sudah tidak bisa di pungkiri lagi. Karena sekarang ini banyak lembaga keuangan yang mulai menyadari bahwa bisnis di bidang syariah merupakan prospek yang terlihat menjanjikan. Banyak dari mereka sudah mulai mencoba transaksi syariah di masukan dalam kegiatan perekonomianya guna meningkatkan keuntungan dan kepercayaan dari masyarakat. 

Bendahara DSN Nadratuzzaman Hosen menyebutkan sudah ada beberapa bidang usaha yang mempunyai sertifikasi syariah. Ada 39 sertifikat yang dikeluarkan untuk perbankan syariah, 64 sertifikat untuk asuransi syariah, dan 49 sertifikat bagi pembiayaan seperti multifinance. Lalu ada 10 sertifikat ditujukan bagi koperasi jasa keuangan syariah, 40 sertifikat untuk perusahaan pasar modal syariah, 26 sertifikat untuk lembaga bisnis lainnya, dan 8 sertifikat usaha wisata syariah. Dan bisnis lain itu seperti bengkel syariah atau MLM syariah. Pengurusanya juga relative cepat yaitu paling lama sekitar satu minggu. Biayanya pun juga relative murah hanya sekitar 3-5 juta tergantung pada tingkatan bintang pada hotel dan menu yang di sajikan. Bahkan kemudahannya bukan itu saja kedepanya sertifikasi halal dan sertifikasi syariah akan di buat satu pintu sehingga akan lebih memudahkan para pengusaha untuk mengembangkan usahanya pada bidang syariah. 

Di balik banyaknya kemudahan yang memudahkan para pengusaha dan perkembangan entitas syariah membuat tugas auditor syariah semakin di butuhkan. Dimana pada bidang pengawasan di pegang oleh DSN(Dewan Syariah Nasional) dan di lanjutkan kepada Dewan Pengawas Syariah(DPS) dalam rangka menjaga kepatuhan terhadap prinsip-prinsip dan aturan syariah dalam operasional kegiatannya dan pelaporannya sesuai konsep Entitas Syariah serta sesuai prinsip akuntansi bertema umum. Dalam hal ini,Dewan Pengawas Syariah (DPS) memiliki peran yang utama dalam pengendalian dalam aspek syariah dan auditor syariah memiliki peran utama dalam menguji (examination) penyajian laporan keuangan yang fair . Menurut Adiwarman A Karim sebagai pengamat ekonomi syariah menyatakan untuk saat ini keberadaan para auditor syariah tak bisa ditawar-tawar lagi. “Dalam mengaudit lembaga keuangan syariah, para auditor melihat tentang laporan keuangan dalam bentuk keuangan syariah, “Dengan adanya auditor syariah, ke depan lembaga keuangan syariah akan lebih transparan dan lebih baik,” Ini Menunjukan bahwa sekarang ini kebutuhan tentang auditor syariah sudah tidak di pungkiri lagi. Sertifikasi untuk auditor syariah merupakan hal yang sangat di butuhkan, jika entitas syariah di audit oleh auditor yang tidak memahami syariah atau belum mendapat sertifikasi syariah ,maka akan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat atas kepatuhan syariah pada entitas syariah yang di audit oleh auditor yang belum bersertifikasi.

Sertifikasi merupakan sarana untuk menunjukan kemampuan dan kualitas dari seorang auditor di bidang auditing syariah. Tujuan utama dari sertifikasi audit adalah untuk menguji apakah kualitas ,proses, dan kegiatan yang ada memenuhi persyaratan standart(Poksinka dkk.,2006). Sertifikasi syariah untuk auditor lebih sekedar sebagai bukti pengetahuan dan prestasi mereka, ini juga menjadi jaminan kepada para pemangku kepentingan bahwa auditor syariah yang profesional dapat memenuhi dan menangani keadaan di masa mendatang.

Kebutuhan mengenai auditor bersertifikasi  syariah di indonesia merupakan kebutuhan mendesak karena Amelia dkk mencatat, sekarang ini hanya 2 (dua) perguruan tinggi yang memiliki program studi akuntansi syariah dan 3 (tiga) di level konsentrasi. Sedangkan di level profesi, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) baru memberikan gelar SAS (Sertifikasi Akuntansi Syariah) kepada 49 (empat puluh sembilan) orang se Indonesia. Dan jika kita lihat pada sisi pengawasan yang di pegang oleh DSN/DPS pada kondisi di lapangan masih ada seorang DPS yang menjabat di 3-4 LKS, dan juga masih adanya anggota DPS yang merupakan anggota dari DSN(Dewan Syariah Nasional) yang memungkinkan terjadinya konflik kepentingan dalam memutuskan sebuah keputusan. 

Padahal peran DPS dan Auditor bersertifikasi syariah sangat krusial karena berkaitan langsung dengan baik-buruknya perusahaan atau Good Corporate Governance(GCG). Dalam Islam sendiri GCG merupakan hal yang penting karena mencerminkan prinsip Transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan(kemashlahatan) yang sudah mencakup kepada akhlak pribadi seorang muslim dalam aktifitas keseharianya. Pemenuhan prinsip syariah dalam perusahaan merupakan elemen yang membedakan ekonomi Islam dengan konvensional. GCG dalam perspektif islam yang menggunakan prinsip-prinsip syariah menjadikan konsep GCG syariah menjadi lebih luas dari pada GCG konvensional .Dalam Islam kepentingan utama yang lebih utama adalah penjagaan Islam itu sendiri, sesuai dengan tujuan dan misi pembentukan entitas syariah itu sendiri yaitu terwujudnya kemashlahatan dalam bingkai “maqasid al-syari'ah“ (Yaacob & Donglah, 2012)

Selasa, 04 November 2014

Teknik Dokumentasi Sistem

RANGKUMAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

ü  Teknik sistem merupakan alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem dan sub-sub sistem yang berkaitan.
ü  Teknik sistem penting bagi auditor intern dan ektern dan juga para personel sistem dalam pengembangan sistem informasi.
ü  Teknik sistem juga digunakan oleh akuntan yang melakukan pembuatan sistem, baik secara intern bagi perusahaannya maupun secara ektern sebagai seorang konsultan
ü  Ada dua dokumentasi system yaitu DFD dan Flow chat ( bagan alir )
ü  Flowcharts adalah bagan alir sistem pemrosesan transaksi yang melukiskan berbagai tipe aliran transaksi

Sistem Pengendalian Internal

RANGKUMAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

ü  Sistem Pengendalian Intern adalah struktur organisasi, metode, dan ukuran- ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian, dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
ü  Tujuan sistem pengendalian intern :
a.       Menjaga kekayaan organisasi
b.      Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi
c.       Mendorong efisiensi
d.      Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
ü  Unsur pokok pengendalian intern :
1.      Struktur yang organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. Untuk menciptakan pengendalian intern dalam perusahaan perlu dibentuk struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. Pembagian tanggung jawab fungsional dalam organisasi ini didasarkan dalam prinsip- prinsip berikut :
·         Harus dipisahkan fungsi- fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi
·         Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab untuk melaksanakan seluruh tahap suatu transaksi
2.      Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan, dan biaya.
3.      Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
4.      Karyawan yang mutunya sesuai dengaan tanggung jawabnya untuk mendapatkan karyawan yang kompeten dan dapat di percaya.
ü  Cara – cara yang umumnya ditempuh oleh perusahaan dalam menciptakan praktik secara sehat :
·         Penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang.
·         Pemeriksaan mendadak
·         Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi
·         Perputaran jabatan.
·         Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak
·         Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatannya.
·         Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek efektivitas unsur-unsur sistem pengendalian intern yang lain.

Rabu, 15 Oktober 2014

Pengendalian Internal ( Internal Control )

Penegndalian internal merupakan salah satu kompenen dalam Sistem Informasi Akuntansi ( SIA ), karena pengendalian internal menjadi sangat penting untuk pengontrolan yang dilakukan di dalam perusahaan itu sendiri. Pengendalian internal itu sendiri dilakukan oleh seluruh komponen yang berada di dalam perusahaan naik itu direktur, manajer atau pun pegawai. Pengendalian internal sendiri dilakukan dengan tujuan penjagaan tujuan perusahaan yang dilakukan oleh orang-orang internal perusahaan itu sendiri.
Ada beberapa langkah yang dilakukan dalam ranka pengendalian internal ( Internal Control ). Salah satunya adalah pembagian tugas, hal ini menjdai sangat penting dalam melakukan pengendalian internal. Hal ini dilakukan dalam perusahaan untuk menghindari dari penyelewangan wewenang. Sebagai contoh orang yang menerima uang berbeda dengan hal pencatatan, karena apabila disatukan tugasnya maka sangat mudah sekali penerimaan dan pencatatan dapat dimanipulasi oleh pegawai tersebut.
Pengendalian resiko dapat digunakan juga untuk meminimalisir resiko yang terjadi, atau setidaknya memitigasi resiko yang dapat terjadi. Ketika kita bisa melakukan identifikasi resiko lebih dini maka dengan sangat mudah kita mencegah resiko tersebut. Salah satu pengendalian internal ialah Informasi dan komunikasi. Sedangkan Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.
Kontrol yang dilakukan tidak selamanya bersifat kebijakan namun bisa juga bersifat prosedur, karena kebijakan dan prosedur sama-sama bertujuan untuk melakukan sebuah pengendalian. Kebijakan dibuat dalam rangka pengeontrolan termasuk didalamny adalah keuangan yang nantinya akan berdampak pada akuntansi. Sedangkan kebijakan yang dibuat dalam bentuk prosedur untuk memudahkan pelaksanaan. Prosedur juga menjadi acuan atau patokan dalam melakukan sebuah kebijakan.
Ada tiga jenis control daiantaranya preventif, detektif dan juga korektif. Preventif menjadi satu langkah yang sangat penting dalam mencegah terjadinya sesuatu resiko. Pencegahan harusnya lebih diutamakan, karena akan membuat perusahaan lebih siap dalam menaggulangi resiko tersebut. Sedangkan detektif dilakuakn ketika roda perusahaan sedang berlangsung sebagai contoh penyemaan rekening Koran perusahaan denga bank atau yang disebut dengan rekonsiliasi bank.
Jenis pengontrolan yang terakhir adalah korektif, ketika tindakan preventif dan juga detektif telah dilakukan namun masih tetap terjadi sebuah kesalahan. Maka koreksi darus dilakukan dalam sebuah pekerjaan agar tidak terjadi resiko yang begitu besar. Sebagai contoh seorang akuntan yang melakukan penjurnalan dan melakukan kesalahan dalam proses penjurnalan maka harus dilakukan sebuah koreksi.




            Dibuat Oleh : Kamal Ibrahim ( AS 2012 C ) NIM : 41201041
         
           Silahkan buka : STEI SEBI


Sistem Informasi Akuntansi


·         Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
·         Sistem Informasi Akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti        manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan  dan data lainnya ke dalam informasi.
·         Kegiatan Pokok Perusahan Yaitu:
1.      Sistem akuntansi pokok
2.      Sistem akuntansi piutang
3.      Sistem akuntansi hutang
4.      Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
5.      Sistem akuntansi biaya
6.      Sistem akuntansi kas
7.      Sistem akuntansi persediaan
8.      Sistem akuntansi aktiva tetap
·         Tujuan Umum Pengembangan Sistem Akuntansi Yaitu:
1.      Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
2.      Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
3.      Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertangggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
4.      Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
·           Karakteristik Sistem Yaitu:
1.      Komponen Sistem (component)
2.      Batas Sistem (Boundary)
3.      Lingkungan Luar Sistem (environment)
4.      Penghubung Sistem (interface)
5.      Masukan Sistem (input)
6.      Keluaran Sistem (output)
7.      Pengolahan Sistem (process)
8.      Sasaran Sistem (objective)

·           Klasifikasi Sistem Yaitu:
Ø  Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system).
Ø  Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system).
Ø  Sistem tertentu (deterministic system) dan sisyem tak tentu (probabilistic).
Ø  Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open sistem).
·           Peran Akuntan Yaitu:
1.      Akuntan sebagai Pengguna
2.      Akuntan sebagai Desainer

3.      Akuntan sebagai Auditor Sistem


Dibuat Oleh : Burahanuddin AS 2012 C
Silahkan Buka : STEI SEBI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ( PEMROSESAN TRANSAKSI )


·         Aplikasi TPS (transaction processing system) merupakan kegiatan ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan ekuitas perusahaan dicerminkan dalam akun-akunnya dan diukur dalam satuan mata uang. Dalam aktivitas ini meliputi tiga subsistem utama yang disebut siklus yaitu:
1.      Siklus pendapatan
2.      Siklus pengeluaran
3.      Siklus konversi
·         Pencatatan Akuntansi ada dua Yaitu Sistem Manual dan Sistem Berbasis Komputer
·         Sistem Manual Yaitu:
1.      Dokumen (document) : menyediakan bukti dari kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memulai pemrosesan transaksi.
2.      Jurnal (journal) : adalah catatan ayat-ayat secara kronologis.
3.      Buku Besar (ledger) : menunjukkan kenaikkan, penurunan, dan saldo lancar dari setiap akun.
4.      Jejak Audit (audit trail) : untuk menelusuri transaksi dari dokumen dari dokumen sumber ke laporan keuangan.
·         System Berbasis Komputer yaitu:
1.      Jenis file
Ø  File master
Ø  File transaksi
Ø  File referensi
Ø  File arsip
2.      Jejak audit digital
Ø  Bandingkan saldo piutang dagang dalam neraca dengan saldo akun pengendali  Piutang Dagang di file master.
Ø  Rekonsiliasikan angka akun pengendali AR dengan total akun pembantu AR.
Ø  Pilih sampel dari ayat-ayat yang diperbarui pada akun di buku besar pembantu AR dan telusuri transaksinya dalam jurnal penjualan (file arsip).
Ø  Dari ayat-ayat jurnal ini, identifikasikan dokumen sumber fisik yang dapat ditarik dari file-file ini dan diverifikasi. Jika perlu, auditor bisa mengkonfirmasi akurasi dan ketepatan dokumen sumber ini dengan cara menghubungi pelanggan-pelanggan yang dipertanyakan.
·         Langkah-langkah mengevaluasi akurasi dari angka piutang
a.       Bandingkan saldo piutang dagang dalam neraca dengan saldo akun pengendali piutang Dagang di file master.
b.      Rekonsiliasikan angka akun pengendali AR dengan total akun pembantu AR.
c.       Pilih sample dari yang diperbaharui pada akun buku besar pembantu AR dan telusuri transaksinya dalam jurnal penjualan (file arsip).
d.      Dari ayat jurnal, identifikasi dokumen sumber spesifik yang dapat ditarik dari file-file dan diverifikasi.
·         Teknik Dokumentasi Yaitu:
1)      Data Flow Diagram
2)      Entity Relation Diagram
3)      Document Flowchart
4)      System Flowchart
5)      Program Flowchart
·         System akuntansi berbasis computer
Ø  Sistem Warisan VS Sistem Modern
o   Sistem warisan memiliki fitur berikut ini : memiliki aplikasi berbasis mainframe, berorientasi pada batch, sistem warisan yang awal menggunakan file datar untuk menyimpan data, namun basis data hierarki dan jaringan sering berkaitan dengan era sistem warisan yang lebih maju.
o   Sistem modern cenderung berbasis klien-server dan memproses transaksi secara real-time. Namun perlu disadari bahwa masih banyak sistem modern yang menggunakan pemrosesan batch. Sistem modern menyimpan transaksi dan file utama dalam tabel basis data relasional. Keuntungannya adalah bahwa proses proses bisa diintergrasikan dan data bisa saling dibagi dalam organisasi.



Dibuat Oleh Burhanuddin AS 2012 C
silahkan buka juga : STEI SEBI