Menjadi seorang guru merupakan sesuatu kebanggan bagi saya. Di mulai
dari kesukaan saya dalam berdiskusi dan sharing.
Saya mulai menikmati profesi ini sejak tiga tahun lalu. Hari ini saya diberikan
kesempatan untuk bergabung, bersama tim yang memiliki sebuah mimpi yang mulia.
Sekolah Cendekia BAZNAS menjadi labuhan saya berikutnya, untuk terus belajar
menjadi guru. Sekolah yang berada di Kampung Cirangkong yang letaknya jauh dari
perkotaan. Kondisi alam di sini sangat mendukung dengan konsep boarding school di sekolah kami.
Ustadz kamal ibrahim,
itulah panggilan saya di sekolah yang merupakan program unggulan dari BAZNAS
Pusat. Semua guru laki-laki disini dipanggil ustadz dan guru perempuan
dipanggil ustadzah. Saya mengampu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dalam
tulisan ini saya akan menjabarkan kegiatan belajar mengajar di kelas IX.
Pelajaran kali ini akan membahas materi wirausaha, di awal saya memberikan
pertanyaan kepada santri, apakah ada yang ingin menjadi wirausaha ??. Sontak
para santri langsung mengacungkan tangannya. Ada yang ingin menjadi pengusaha
makanan, baju hingga pembuat permainan.
Pelajaran kali ini,
saya mengajarkan bagaimana mengolah transaksi di koperasi sekolah. Karena
koperasi sekolah menjadi laboratorium bagi santri dalam meningkatkan jiwa
wirausaha. Kami menggunakan software
KasirToko Portable berbasis android. Software
ini dapat mengakomodir daftar barang, daftar pelanggan, pembelian hingga
penjualan. Software yang dapat
diakses melalui laptop ini pun bisa menyajikan laporan harian, mingguan hingga
bulanan. Dengan menggunakan Hotspot dari handphone yang telah di install aplikasi KasirToko Portable,
aplikasi ini bisa diakses melalui laptop dan memudahkan dalam proses
pencatatan.
Selama ini koperasi kami
menggunakan pencatatan manual. Saya mulai menjelaskan bagaimana mengoperasikan software ini. Pelajaran kali ini saya
menggunakan metode learning by doing.
Tujuannya agar para santri semakin mudah dalam menggunakan software ini.
Setelah saya menjelaskan, saya meminta masing-masing santri untuk mencoba software KasirToko Portable. Setelah
semua mencobanya, kami langsung mempraktikannya dalam transaksi real di koperasi yang memiliki nama
Cendekia Mart.
Konsep koperasi kami
terinspirasi dari ide bung hatta tentang ekonomi nasional. Konsep sharing economic di sekolah kami,
menjadi langkah awal kami untuk mengembalikan kekuatan ekonomi di tangan rakyat.
Seluruh kebutuhan santri di sekolah kami, disediakan oleh koperasi. Mulai dari
jajajan hingga kebutuhan mandi, hasil penjualan nantinya akan diberikan kepada
anggota koperasi. Sendi-sendi perekonomian mulai dibangun antar kami, koperasi
menjadi sentral dalam mengakomodir urusan-urusan ekonomi.
Dengan metode learning by doing, para santri
mengungkapkan bahwa mereka lebih paham. Aldis, salah satu santri kami yang berasal
dari sukabumi. Mengungkapkan bahwa, “ Dengan belajar seperti ini saya jadi
lebih paham tad, apalagi bantuan software ini. Saya gak cape lagi nulis
penjualan dan lebih aman kayanya. Jadinya yang jaga gak bisa boong. Aldis juga
aktif di sebuah komunitas entrepreuner di sekolah kami. Walau pun kami Boarding Scholl jangan sampai
santri-santri kami ketinggalan teknologi. Itulah caritas singkat saya terkait
pembelajaran materi wirausaha. Saya pun merasakan hal yang sama dengan para
santri, mereka lebih antusias dalam mengikuti pelajaran dan mereka lebih paham.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar