Rabu, 15 Oktober 2014

Pengendalian Internal ( Internal Control )

Penegndalian internal merupakan salah satu kompenen dalam Sistem Informasi Akuntansi ( SIA ), karena pengendalian internal menjadi sangat penting untuk pengontrolan yang dilakukan di dalam perusahaan itu sendiri. Pengendalian internal itu sendiri dilakukan oleh seluruh komponen yang berada di dalam perusahaan naik itu direktur, manajer atau pun pegawai. Pengendalian internal sendiri dilakukan dengan tujuan penjagaan tujuan perusahaan yang dilakukan oleh orang-orang internal perusahaan itu sendiri.
Ada beberapa langkah yang dilakukan dalam ranka pengendalian internal ( Internal Control ). Salah satunya adalah pembagian tugas, hal ini menjdai sangat penting dalam melakukan pengendalian internal. Hal ini dilakukan dalam perusahaan untuk menghindari dari penyelewangan wewenang. Sebagai contoh orang yang menerima uang berbeda dengan hal pencatatan, karena apabila disatukan tugasnya maka sangat mudah sekali penerimaan dan pencatatan dapat dimanipulasi oleh pegawai tersebut.
Pengendalian resiko dapat digunakan juga untuk meminimalisir resiko yang terjadi, atau setidaknya memitigasi resiko yang dapat terjadi. Ketika kita bisa melakukan identifikasi resiko lebih dini maka dengan sangat mudah kita mencegah resiko tersebut. Salah satu pengendalian internal ialah Informasi dan komunikasi. Sedangkan Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.
Kontrol yang dilakukan tidak selamanya bersifat kebijakan namun bisa juga bersifat prosedur, karena kebijakan dan prosedur sama-sama bertujuan untuk melakukan sebuah pengendalian. Kebijakan dibuat dalam rangka pengeontrolan termasuk didalamny adalah keuangan yang nantinya akan berdampak pada akuntansi. Sedangkan kebijakan yang dibuat dalam bentuk prosedur untuk memudahkan pelaksanaan. Prosedur juga menjadi acuan atau patokan dalam melakukan sebuah kebijakan.
Ada tiga jenis control daiantaranya preventif, detektif dan juga korektif. Preventif menjadi satu langkah yang sangat penting dalam mencegah terjadinya sesuatu resiko. Pencegahan harusnya lebih diutamakan, karena akan membuat perusahaan lebih siap dalam menaggulangi resiko tersebut. Sedangkan detektif dilakuakn ketika roda perusahaan sedang berlangsung sebagai contoh penyemaan rekening Koran perusahaan denga bank atau yang disebut dengan rekonsiliasi bank.
Jenis pengontrolan yang terakhir adalah korektif, ketika tindakan preventif dan juga detektif telah dilakukan namun masih tetap terjadi sebuah kesalahan. Maka koreksi darus dilakukan dalam sebuah pekerjaan agar tidak terjadi resiko yang begitu besar. Sebagai contoh seorang akuntan yang melakukan penjurnalan dan melakukan kesalahan dalam proses penjurnalan maka harus dilakukan sebuah koreksi.




            Dibuat Oleh : Kamal Ibrahim ( AS 2012 C ) NIM : 41201041
         
           Silahkan buka : STEI SEBI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar