Penegndalian internal
merupakan salah satu kompenen dalam Sistem Informasi Akuntansi ( SIA ), karena
pengendalian internal menjadi sangat penting untuk pengontrolan yang dilakukan
di dalam perusahaan itu sendiri. Pengendalian internal itu sendiri dilakukan
oleh seluruh komponen yang berada di dalam perusahaan naik itu direktur,
manajer atau pun pegawai. Pengendalian internal sendiri dilakukan dengan tujuan
penjagaan tujuan perusahaan yang dilakukan oleh orang-orang internal perusahaan
itu sendiri.
Ada beberapa langkah
yang dilakukan dalam ranka pengendalian internal ( Internal Control ). Salah satunya adalah pembagian tugas, hal ini
menjdai sangat penting dalam melakukan pengendalian internal. Hal ini dilakukan
dalam perusahaan untuk menghindari dari penyelewangan wewenang. Sebagai contoh
orang yang menerima uang berbeda dengan hal pencatatan, karena apabila
disatukan tugasnya maka sangat mudah sekali penerimaan dan pencatatan dapat
dimanipulasi oleh pegawai tersebut.
Pengendalian resiko dapat
digunakan juga untuk meminimalisir resiko yang terjadi, atau setidaknya
memitigasi resiko yang dapat terjadi. Ketika kita bisa melakukan identifikasi
resiko lebih dini maka dengan sangat mudah kita mencegah resiko tersebut. Salah
satu pengendalian internal ialah Informasi dan komunikasi. Sedangkan Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian,
penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang
memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.
Kontrol yang dilakukan
tidak selamanya bersifat kebijakan namun bisa juga bersifat prosedur, karena
kebijakan dan prosedur sama-sama bertujuan untuk melakukan sebuah pengendalian.
Kebijakan dibuat dalam rangka pengeontrolan termasuk didalamny adalah keuangan
yang nantinya akan berdampak pada akuntansi. Sedangkan kebijakan yang dibuat
dalam bentuk prosedur untuk memudahkan pelaksanaan. Prosedur juga menjadi acuan
atau patokan dalam melakukan sebuah kebijakan.
Ada tiga jenis control
daiantaranya preventif, detektif dan juga korektif. Preventif menjadi satu
langkah yang sangat penting dalam mencegah terjadinya sesuatu resiko.
Pencegahan harusnya lebih diutamakan, karena akan membuat perusahaan lebih siap
dalam menaggulangi resiko tersebut. Sedangkan detektif dilakuakn ketika roda
perusahaan sedang berlangsung sebagai contoh penyemaan rekening Koran
perusahaan denga bank atau yang disebut dengan rekonsiliasi bank.
Jenis pengontrolan yang
terakhir adalah korektif, ketika tindakan preventif dan juga detektif telah
dilakukan namun masih tetap terjadi sebuah kesalahan. Maka koreksi darus
dilakukan dalam sebuah pekerjaan agar tidak terjadi resiko yang begitu besar.
Sebagai contoh seorang akuntan yang melakukan penjurnalan dan melakukan
kesalahan dalam proses penjurnalan maka harus dilakukan sebuah koreksi.
Dibuat
Oleh : Kamal Ibrahim ( AS 2012 C ) NIM : 41201041
Silahkan buka : STEI SEBI