Selasa, 04 November 2014

Teknik Dokumentasi Sistem

RANGKUMAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

ü  Teknik sistem merupakan alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem dan sub-sub sistem yang berkaitan.
ü  Teknik sistem penting bagi auditor intern dan ektern dan juga para personel sistem dalam pengembangan sistem informasi.
ü  Teknik sistem juga digunakan oleh akuntan yang melakukan pembuatan sistem, baik secara intern bagi perusahaannya maupun secara ektern sebagai seorang konsultan
ü  Ada dua dokumentasi system yaitu DFD dan Flow chat ( bagan alir )
ü  Flowcharts adalah bagan alir sistem pemrosesan transaksi yang melukiskan berbagai tipe aliran transaksi

Sistem Pengendalian Internal

RANGKUMAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

ü  Sistem Pengendalian Intern adalah struktur organisasi, metode, dan ukuran- ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian, dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
ü  Tujuan sistem pengendalian intern :
a.       Menjaga kekayaan organisasi
b.      Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi
c.       Mendorong efisiensi
d.      Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
ü  Unsur pokok pengendalian intern :
1.      Struktur yang organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. Untuk menciptakan pengendalian intern dalam perusahaan perlu dibentuk struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. Pembagian tanggung jawab fungsional dalam organisasi ini didasarkan dalam prinsip- prinsip berikut :
·         Harus dipisahkan fungsi- fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi
·         Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab untuk melaksanakan seluruh tahap suatu transaksi
2.      Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan, dan biaya.
3.      Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
4.      Karyawan yang mutunya sesuai dengaan tanggung jawabnya untuk mendapatkan karyawan yang kompeten dan dapat di percaya.
ü  Cara – cara yang umumnya ditempuh oleh perusahaan dalam menciptakan praktik secara sehat :
·         Penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang.
·         Pemeriksaan mendadak
·         Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi
·         Perputaran jabatan.
·         Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak
·         Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatannya.
·         Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek efektivitas unsur-unsur sistem pengendalian intern yang lain.