Sabtu, 27 September 2014

Program Amil Zakat " Brankas barbetik "

Amil Zakat STEI SEBI adalah salah satu program beasiswa di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Depok sebagai program beasiswa yang bergerak dalam tataran pergerakan sosial masyarakat. Kami berusaha untuk menjadi mahasiswa activist zakat yang dapat mewujudkan pengabdian, pelayanan dan pencerdasan kepada masyarakat. Fungsi dari mahasiswa selain sebagai social control, juga sebagai agent of change, yaitu agen yang dapat melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Salah satu wujud perubahan tersebut, dengan mengaplikasikan ilmu yang kami dapat di kelas ke dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan ilmu tersebut bermanfaat bagi masyarakat. Adapun yang menjadi ramah bagi kami, mahasisiswa Amil Zakat STEI SEBI, dalam menjembatani masyarakat untuk belajar peduli terhadap sesama, melalui program-program kami yang bersinergi dengan Lembaga Zakat Sukses, Depok, diantaranya program BRANKAS BARBETIK.
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh seluruh masyarakat negeri ini, salah satunya yaitu berkaitan dengan sampah. Istilah yang tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Jika mendengar kata ‘sampah’, yang kita bayangkan pastilah sebuah tumpukan limbah yang berbau busuk menyengat dan menganggu indra penciuman. Bila kebanyakan orang masih saja membuang sampah secara sembarangan atau tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan. Akan tetapi, manusia terkadang tidak menyadari bahwa setiap aktifitas secara langsung maupun tidak langsung menghasilkan sampah. Kesehatan adalah hak setiap orang, dan kita adalah salah satu diantaranya. Untuk menyadarkan bahwa setiap orang memiliki kewajiban juga dalam peningkatan derajat kesehatannya, kami, Amil Zakat STEI SEBI memiliki program sedekah sampah yaitu, BRANKAS (Barang Bekas Berkualitas) dan BARBETIK (Barang Bekas Tidak Berkualitas) yang bersinergi dengan Lemabaga Zakat Sukses.
Pengelolaan sampah diupayakan sebagai pencarian solusi dari pertumbuhan sampah yang semakin meningkat setiap harinya. metode sedekah sampah ini harapannya bisa menjadi solusi tepat untuk permasalahan sampah yang ada. Program ini tidak perlu pencatatan secara detail dan tidak membutuhkan SDM yang banyak. Metode sedekah sampah dapat diaplikasikan oleh semua kalangan masyarakat. Pun selain itu, program sedekah sampah ini juga bernilai ibadah, karena hasil pengumpulan sampah yang sudah dipilah dan bernilai jual, akan dikelola untuk pemberdayaan masyarakat. Karena pada prinsipnya, sedekah tidak hanya semata-mata berhubungan dengan uang, namun bisa berupa sampah.


Biodata Penulis

Nama                           : Kamal Ibrahim
Tempat, Tgal Lahir      : Jakarta, 30 mei 1994
Alamat                         : Komp. BSI II Blok C3 No. 220 Kel. Pengasinan, Kec. Sawangan Kota Depok
Hobi                            : Diskusi dan Organisasi
NIM                             : 41201041
HP                               : 0856 9495 1739
Kampus ( Jurusan )      : STEI SEBI ( Akuntansi Syariah )

Nama                           : Burhanuddin
Tempat, Tgal Lahir      : Sungai segajah, 23 Februari 1992
Alamat                         : JL. Sirsak Rt 002 Rw 01, Sawangan Kota Depok
Hobi                            : -
NIM                             : 41201022
HP                               : 085365799274
Kampus ( Jurusan )      : STEI SEBI ( Akuntansi Syariah )

Nama                           : Muhammad Rasyid
Tempat, Tgal Lahir      : Balikpapan, 4 April 1995
Alamat                         : Balikpapan
Hobi                            : -
NIM                             : 41201052
HP                               :

Kampus ( Jurusan )      : STEI SEBI ( Akuntansi Syariah )


Selasa, 23 September 2014

Tentang STEI SEBI

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI adalah salah satu kampus yang menyelenggarakan pendidikan Ekonomi Syariah di Indonesia. Atau bisa dikatakan sebagai perintis pendidikan ekonomi syariah di Indonesia. Peristiwa Krisis Moneter 1998 menjadi salah satu trigger dari berdirinya kampus STEI SEBI, yang awal kemunculannya hanya berupa opensource dan lembaga training. Penyebab jatuhnya ekonomi Indonesia pada tahun 1998 tidak terlepas dari peran perbankan konvensional yang ambruk karena tidak mampu mengembalikan dana nasabah disebabkan banyaknya kredit macet dan tingginya nilai bunga.
Bunga bank sendiri dikalangan masyarakat menjadi hal yang seru dibicarakan anatara boleh atau tidak, setidaknya tahun 1998 menjadi bukti bahwa bunga bank menjadi hal yang menyebabkan runtuhnya ekonomi Indonesia, karena hanya satu bank saja yang berhasil bertahan dan itu tidak menggunakan sistem riba. Maka para pendiri STEI SEBI bergerak untuk mengkader dan mendidik para calon penggerak ekonomi syariah dengan mendirikan kampus tersebut.
Mulai tahun 2001 hingga saat ini sudah beberapa karya yang dipersembahkan SEBI dalam dunia ekonomi syariah, salah satunya adalah Seminar Ekonomi Syariah Internasional yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 2011. STEI SEBI telah membuka dua jurusan yaitu Perbankan Syariah dan juga Akuntansi Syariah dual jurusan ini telah melahirkan orang-orang hebat yang telah berkiprah di dunia professional dan tersebar di berbagai macam entitas syariah.

Untuk menjaring kader-kader terbaik, maka STEI SEBI mulai tahun 2006 membuka program beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi. Karena SEBI menginginkan sekali lulusan mereka menjadi yang terbaik, hingga tahun 2014 sudah ada 5 kategori beasiswa yang ada di STEI SEBI diantaranya : SDM Ekspad, Hafisz Qur’an, AMIL ZAKAT, Enterpereuner, dan Kader Surau.https://www.facebook.com/pmb.steisebi?fref=ts